Takut Kehilangan....

pernah ngga ngerasa takut kehilangan?? entah itu seseorang… barang.. atau apapunlah…

pernah ngga berpikir….

bahwa semua yang kita punya hanya titipan… Titipan dari Sang Pencipta.. Entah itu suami, istri, anak… harta… bahkan rasa bahagia…. Jadi ibarat kita 'dipinjami', maka ketika Sang Pemilik memintanya kembali… seharusnya kita ikhlas…

Ketika kita merasa bahwa semua ini adalah titipan dan kita hanya ‘dipinjami’…  Maka kita akan sadar bahwa tidak ada yang benar2 milik kita… kita ini ngga punya apa2… semua hanya titipan…

Jdi... kalo kita sadar kita ngga punya apa2…

Kenapa harus ngerasa takut kehilangan??

                            

Sendirian.....?

pernah ngga ngerasa sendirian...?

bahkan ketika banyak orang ada di sekitar kita.. kita tetap ngerasa sepi.... kosong.. dan sendiri..

Jujur...

saya pernah merasakannya...

Karena saya tahu bagaimana 'rasa' sepi itu.. Saya berusaha untuk bisa 'hadir' ketika orang lain merasakan perasaan sendirian...

Tapi entah mengapa... di saat saya sendiri yang merasakannya...

Seringkali saya bertanya... Saya harus kemana? Di mana teman2 saya? Siapa yang bisa saya bagi..? Dan secara ngga sadar saya jadi ngerasa bergantung pada orang lain....

Atokah saya menjadi orang yang pamrih......? entahlah...

Tapi sekarang saya punya pemahaman baru...

Buat apa (harus) ngerasa sendirian…?

kita ini lahir sendiri…

meninggal juga sendiri…

dihukum sendiri…

salah ya salah kita sendiri…

kalo berbuat baik amalnya juga buat kita sendiri….

klo punya masalah.. pasti dari diri kita sendiri juga…

Kalo sudah begini….

Mengapa harus merasa kesepian dan sendiri???

Bukankah kita memang sendirian..?

KOMITMEN...

Habis mampir dari blog2 tetangga... Jadi banyak yang pengen didiskusiin.... :D

Salah satunya tentang KOMITMEN...

Kalo ngomongin masalah komitmen, yang ada di pikiran akoe adalah "kesepakatan di antara 2 orang atau lebih tentang 'sesuatu hal' dan menjadi Persetujuan Bersama di antara mereka"...

Dan salah satu bentuk komitmen adalah hubungan antara laki2 dan perempuan... Ini yang pengen akoe bahas....

Masalahnya... Ada pasangan yang berKOMITMEN untuk menjalani hari demi hari bersama, saling mendukung... Tapi ngga pernah tahu

sampai di mana hubungan mereka akan berakhir... (parahnya... -dan akoe baru nyadar- ini yang terjadi dalam tahap PACARAN..) <--- kalo emang mereka berkomitmen, kenapa juga bingung dan masih sempet nanya "mu dibawa kemana hubungan ini??"

Apa bedanya ama HTS-an???

Tanpa bermaksud untuk menyinggung dan mengganggu privacy beberapa pihak, akoe punya pendapat bahwa komitmen yang bener2

KOMITMEN (dalam kasus hubungan laki2 dan perempuan) adalah KETIKA 'pasangan' itu sudah mampu menentukan ARAH dari hubungan

mereka.. (kalo dijelaskan (secara singkat) dalam kalimat, mungkin tepatnya... mereka yang berani MEMUTUSKAN TUJUAN DARI

HUBUNGAN MEREKA.. yaitu MENIKAH.)
Itu yang disebut berani BERKOMITMEN..
Karena dengan menentukan tujuan dari hubungan mereka yang 'disahkan' dalam sebuah PERNIKAHAN... Setidaknya mereka mempunyai

ITIKAD BAIK untuk mensahkan hubungan menjadi sesuatu yang lebih jelas dari sekedar "akoe pacar kamu".. Karena dengan

pacaran... Ngga ada hak dan kewajiban di antara keduanya.. Beda dengan MENIKAH... Mereka (pasangan itu) punya hak dan

kewajiban. Dan mereka mempunyai tanggung jawab langsung kepada Sang Pencipta..

Akoe ngga bermaksud menggurui.. dan cuma pengen ngajak temen2 untuk berpikir kembali tentang hubungan kita dengan pasangan

kita... Kalo kita ngga punya tujuan akhir... Lalu.. untuk apa sebenarnya "hubungan" yang kita jalin???
Apakah kita bener2 telah berkomitmen???

Menikah memang bukan hal yang sederhana untuk dilakukan... Perlu pemikiran matang untuk melakukannya...

Salut untuk temen2 yang udah berani berKOMITMEN... Menuju gerbang kehidupan baru bersama pasangannya...
PERNIKAHAN.... :D

Ps: Semoga bahagia sampe kaken ninen... :D 

Istimewanya Wanita.. :D

Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja

peraturan di bawah ini :

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak)

dibanding lelaki.

2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila

mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.

3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang

berbanding lelaki.

4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada

lelaki.

5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan

melahirkan anak.

6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami

tak perlu taat pada isterinya.

7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.

8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya

masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.

9. Dll.*

Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi

untuk "MEMERDEKAKAN WANITA ". atau EMANSIPASI WANITA

Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?

Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai

serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik.

Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak

bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.

Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki

wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada

kepada bapaknya?

Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada

lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya

dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya,

sementara apabila lelaki menerima warisan, ia perlu /

wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak?

Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan

anak, tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh

segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH

di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan

adalah syahid dan surga menantinya?

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabk an

terhadap 4 wanita, yaitu : Isterinya, ibunya, anak perempuannya

dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung

jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya,

ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga

yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja,

yaitu : sembahyang 5 waktu,

puasa di bulan Ramadhan,

taat kepada suaminya

dan menjaga kehormatannya.

Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara

bagi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan

tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan

turut menerima pahala setara seperti pahala orang

pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita

.... **kan **?*

Ingat firman Nya, bahwa mereka tidak akan berhenti

melakukan segala upaya,

sampai kita ikut / tunduk kepada cara-cara / peraturan

buatan mereka.

Yakinlah, bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang

menciptakan kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu

akan manusia, sehingga segala hukumnya/peraturann ya,

adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan dengan

segala peraturan/hukum buatan manusia.

39 Things I Have Learned In My Life

Saya mendapatkan artikel ini dari seorang teman.. http://www.reiki.org/reikinews/39Things.htm Semoga Bermanfaat.. :D

39 Things I Have Learned In My Life
by Michelle R. Brennan

• Listening to Spirit’s inner voice ultimately makes life easier.

• "Letting go" is the only way to keep something or someone in your life.

• Everyone should have a cat because a cat makes you smile once in a while.

• Children are the best mirrors.

• Love is a commitment to growth.

• Dogs understand love better than people do.

• Angels inhabit human forms.

• "We" vs. "They" thinking creates fear and conflict. Harmony requires a sense of community.

• Quiet reflection feeds the soul.

• Books are the ambrosia of life.

• Freedom is worth the responsibility.

• Friends who listen are rare treasures.

• Ice cream can make almost anyone feel better.

• Life is a privilege.

• Goodnight hugs and kisses heal the day.

• Tight shoes don’t make your feet look THAT much smaller. Vanity isn’t worth the pain.

• There’s a gift in every lesson of life.

• No one is an expert on you, except you.

• Sunshine promotes a positive attitude.

• Holding onto grievances smothers joy.

• Help is as close as a prayer.

• Truth is simple.

• One person CAN make a difference in the world.

• Change only APPEARS difficult.

• Open minds are healthy minds.

• People who follow their bliss are the most interesting people.

• You don’t own an idea until you understand it with your heart.

• There is no end to learning; you just move to the next level.

• There is ALWAYS another way of looking at things.

• Peace is a choice.

• Your life is your creation.

• It’s not worth the calories unless it’s chocolate.

• Whatever you give eventually comes back to you.

• New adventures help you feel young.

• It is your inner power not your weakness that most frightens you.

• Forgiveness is a gift you give yourself.

• Everyone has the same amount of faith, they just invest it differently.

• Older doesn’t mean wiser unless you’ve looked within.

• Sometimes crying is the best response.

About a dream.. :D

When I dream alone..
It's just a dream

When we have the same dream..
It's the beginning of reality

When we walk side by side
Toward our dream..
It's the creation of heaven on earth

Kenapa aku harus hidup.. (sebuah renungan)

Aku dapet artikel ini dari Bulletin Board punyanya Dina..
(makasih banyak yaa.. :D)
di http://www.friendster.com/bulletin.php?bid=88666235&uid=5966916

"Kenapa aku harus hidup...
jika aku pasti mati..."
(setelah membaca artikel seorang teman)

sebuah tanya yang sering terlintas dan pasti
hampir semua manusia yang memiliki akal pernah
bertanya hal tersebut ke dalam hatinya.

setiap manusia di dunia terlahir dengan
mengemban
misinya masing-masing.
melakukan pencarian atas eksistensi dirinya.
dalam tahun-tahun pencarian itu dia akan
menemukan
berbagai kejadian,
baik yang baik maupun yang buruk,
yang akan mempengaruhi dirinya,
dan membuatnya menjadi manusia yang lebih baik.
dan akhirnya menemukan makna atas semua
kejadian
yang menimpa.
suatu proses pembelajaran yang tak akan pernah
berhenti.

dan dalam tahun-tahun pencarian itu,
dia akan semakin mengenal dirinya.
perlahan demi perlahan dia akan lebih memahami
siapakah sosok yang bernama 'Aku' ini.
pada saat dia mulai memahami dan mengenal
dirinya,
saat itupun dia mulai memahami dan mengenal
Penciptanya.
mulai memahami dan mengetahui tujuan dari
penciptaan dirinya.

tak lain untuk menyadari bahwa diri ini hanyalah
seonggok daging,
yang diberi kesempatan untuk hidup, untuk lebih
mengenal Sang Pencipta.
menghargai setiap anugerah yang telah diberikan,
menjadikan setiap anugerah yang telah diberi,
untuk dapat diberikan lagi kepada setiap makhluk
lainnya.
sehingga semua anugerah menjadi manfaat yang
tak
terputus.

'Bukankah sebaik-baik manusia adalah manusia
yang
bermanfaat?'

pertanyaan yang menggugah kesadaranku di suatu
senja yang gerimis
sudahkah aku bermanfaat bagi orang lain..?
bagi keluargaku..
bagi orang-orang terdekatku..
bagi lingkunganku..
bagi semua makhluk yang ada di muka bumi ini..

bukankah selama ini lebih banyak aku yang
mengambil keuntungan dari mereka semua
memanfaatkan mereka semua hanya demi
kepentingan
pribadiku..
berpura-pura sudah memberikan manfaat dan
berbuat baik
padahal hanya bersembunyi di balik topeng
kemunafikan.

dan akupun masih mencari..
mencoba lebih memahami dan mengenal diri ini
berusaha lebih memahami dan mengenal
Penciptaku
Rabbku...yang sering aku abaikan...

satu yang aku yakini dengan pasti hingga hari ini
manusia akan mati..setelah dia berhasil
melaksanakan misi dan tujuan mulia yang
diamanahkan kepadanya.
dengan segala daya yang kupunya..
dan sedikit waktu yang tersisa..
aku akan berusaha untuk mewujudkan itu semua.

mencari misi dan tujuan mulia yang diamanahkan
kepadaku.
hingga kelak misi dan tujuanku tercapai,
aku bisa tersenyum bahagia di ujung waktu yang
kupunya.
seraya bernafas lega bisa kembali ke dalam
pelukan
Sang Pencipta.
memberi manfaat dalam hidup yang sekejap ini.

tapi..
masih sempatkah ku melakukan itu semua..
jika ternyata waktu yang kupunya tinggal beberapa
detik lagi
dan aku masih belum memberi manfaat bagi yang
lain...

...sebuah cerita bijak...

Saya mendapat cerita ini dari seorang teman.. semoga bermanfaat.. :)

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Pemuda itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Pemuda itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak mendengarkan dengan seksama. Beliau lalu mengambil segenggam garam dan segelas air. Dimasukkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduk perlahan. "Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya, "ujar Pak tua itu. "Asin. Asin sekali, "jawab sang tamu, sambil meludah kesamping. Pak Tua tersenyum kecil mendengar jawaban itu. Beliau lalu mengajak sang pemuda ke tepi telaga di dekat tempat tinggal Beliau. Sesampai di tepi telaga, Pak Tua menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, diaduknya air telaga itu. "Coba, ambil air dari telaga ini dan minumlah." Saat pemuda itu selesai mereguk air itu, Beliau bertanya, "Bagaimana rasanya?" "Segar," sahut sang pemuda. "Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?" tanya Beliau lagi. "Tidak," jawab si anak muda. Dengan lembut Pak Tua menepuk-nepuk punggung si anak muda. "Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam tadi, tak lebih dan tak kurang. Jumlah garam yang kutaburkan sama, tetapi rasa air yang kau rasakan berbeda. Demikian pula kepahitan akan kegagalan yang kita rasakan dalam hidup ini, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu." Beliau melanjutkan nasehatnya. "Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."

..pelajaran hari ini...

dear Dy...
tahu ga dee.. hari ini aku dapat 1 pelajaran berarti lagi.. "syukur nikmat.."

mo denger ceritanya..? begini ceritanya..
Hari ini aku pulang dari lembur di kantor.. badan rasanya capeek semua.. apalagi tadi abis ditelpon sama ** dan dituduh macem2.. Truss.. belom sempet bela diri sambil marah-marah.. eh pulsa telponnya keburu abis... :p (rasanya karena tidak diridhai..)

Ya sudah.. hancurlah mood bagus sepanjang sore itu..
Mana nunggu bemo (baca:angkot) lama banget lagi.. berasa pengen marahhh aja..

Akhirnya.. dapet bemo.. Alhamdulillah bemonya cepet penuh.. jadinya ngga butuh waktu lama untuk menempuh perjalanan pulang (soalnya bemo di Surabaya punya kebiasaan aneh, jalannya lambat banget klo bemonya ga penuh.. ;)) )

Akhirnya.. bangku yang kosong hanyalah bangku depan di sebelah kiri pak sopir...

Tiba2 pak sopirnya berhenti... dan mengangkut penumpang..
Waktu liat penumpang (baca: penumpang2.. alias "para" penumpang) aku sedikit heran.. dan kantukku rasanya ilang..

Gimana ngga.. lhaa wong yang diangkut itu bukan 2 orang (seperti kapasitas yang tersedia di dalam bemo).. melainkan sebuah keluarga...

Pertamanya sang ayah menaikkan anak laki2nya.. (usianya sekitar 6 tahun) ke dalam bemo.. lalu dia masuk sambil memangku anak perempuannya (kira2 5 tahun).. setelah itu.. si ibu membantu anak laki2nya yang lain (mungkin usianya 7 tahun) ke dalam bemo..
Kupikir sang ibu yang saat itu menggendong 1 orang anak lain akan duduk di belakang (padahal sudah penuh).. sambil berbicara dalam hati.. "biasa bapak sopir bemo.. sudah tahu penuh teteup sajah ngotot naikkin penumpang supaya duduk di bangku panjang (kapasitas bangku panjang 6 orang.. tapi biasanya kan di"paksa" masuk 7 orang)

Ternyata dugaanku (dan mungkin dugaan beberapa orang yang lain) SALAH.. si ibu dengan bayinya ternyata duduk di depan.. di sebelah sang bapak yang memangku anak perempuannya..

Aku berpikir dalam hati... "Apa muat...?"
Ternyata muat.. dan mereka berlima (berenam jika bayinya dihitung) duduk dengan manis di sebelah sang sopir.. tanpa protes.. tanpa perasaan kesal.. tanpa merasa sebel karena bangkunya sempit...

Akhirnya aku tahu kenapa mereka tetap tersenyum sepanjang perjalanan itu..
Kupikir jawabannya hanya 1 "karena mereka bersyukur.." :)

Belajar lebih ekspresif...

Banyak pelajaran yang aku dapat selama berinteraksi dengan teman-temanku.. Banyak masukan yang juga aku dapatkan dan 'pelajaran' yang cukup berharga untuk menjadi manusia yang lebih baik di masa depan..

Untuk awalnya, mungkin...

"BELAjAr UnTuK LeBih eKsPresIf...."

kalau marah ya marah saja... kalau jengkel.. kesal.. kecewa.. ungkapkan saja... jangan 'mbatin' atau menyentil.. ngga semua orang paham maksud yang kamu sampaikan jika dilakukan secara "tersamar"..

Ada 2 bentuk rasa marah..

1. Rasa marah yang diungkapkan.. (marah ya marah... ekspresif... setelah itu.. masalah selesai.. maksud tersampaikan.. rasa kesal/marah hilang...)

2. Rasa marah yang ditahan.. tidak diungkapkan...
(katanya sih... berpotensi seperti bom waktu.. yang suatu saat bisa meledak.. dengan kata lain "diam2 menghanyutkan"...
Lebih berbahaya, karena rasa marah/kesal tidak disampaikan.. maksud tidak sampai.. menambah rasa marah (karena ternyata yang disentil ngga ngerasa) sehingga kemarahan menjadi berlipat2... (tinggal tunggu waktu saja untuk akhirnya "meledak")... membuat penyakit.. karena memaksakan diri untuk menahan setiap emosi negatif yang ingin dikeluarkan...

lama2 dipikir kok ya seperti menyiksa diri ya..? heuheu...

kiRa2,, suDah BeRapa LaMa aKoe meNahaN begiTu baNyak perAsaaNku ??

bodOhnya AkOe.. keNapa tiDak beLaJar aSeRtiF ajah yA... :p

Terima kasih karena telah menyakiti saya...

Aku baru aja selesai diskusi, setelah sebelumnya aku disuruh membaca artikel tentang "Terima kasih karena telah menyakiti saya". Dari artikel tsb, aku bisa dapet kesimpulan bahwa kita bisa belajar banyak hal dari orang lain.. dan orang2 tsb bisa jd guru kita..

Biasanya.. seorang "guru" identik dgn org yg punya kelebihan ato pengetahuan yg lebih dr yg kita miliki, namun "guru" yg akan aku bahas sekarang bukan guru spt itu... dan pelajaran yg kita dapat juga bukan karena "kelebihan" yang dimiliki sso tsb dalam nilai positif.. tapi justru dari sisi sebaliknya..

Pernah ngga temen2 berpikir bahwa sebenarnya seseorang yang melakukan suatu hal buruk pada kita justru bisa menjadi guru yang lebih baik?
saya akan coba menjabarkan..

Biasanya, ketika sso melakukan hal yang baik pada kita.. entah itu teman, atasan, sahabat atau rekan kerja.. kita mungkin akan mengingatnya.. tapi tidak untuk wkt yg cukup lama.. karena kita mungkin akan berpikir bahwa "sudah seharusnya sebagai teman/atasan/sahabat mereka berlaku baik pada diri kita", sebaliknya jika ada sso yang melakukan hal yang menyakitkan kita.. kita cenderung akan mengingatnya dalam wkt yg cukup lama.. bahkan mungkin terbersit sedikit perasaan untuk membalas perbuatannya tsb di lain wkt...

Namun, pernahkah teman2 berpikir bahwa jika ada sso yg menyakiti kita, justru inilah saat yg tepat bagi kita untuk mengambil pelajaran dari tindakan org tersebut pd kita dengan cara yg lebih positif??

Ketika kita disakiti.. kita akan belajar bahwa sangatlah tidak menyenangkan jika disakiti.. dan kita pun belajar untuk tidak menyakiti orang lain.. Ketika sso memaki diri kita.. kita merasa sakit hati.. dan kita pun belajar untuk tidak melakukan hal tsb (memaki) karena kita tahu betapa tidak enaknya ketika dimaki.. begitupun dengan hal2 yang lain..

Dari boss yang suka melampiaskan rasa marah dengan membentak.. kita belajar untuk tidak membentak orang lain -dalam keadaan marah sekalipun-, dari teman yang suka menggosipkan teman lain, kita belajar tentang pentingnya "kesetiaan ketika tidak ada orang tersebut di sekitar kita", dari teman yang suka berbohong kita belajar pentingnya arti kejujuran..
Dan banyak lagi hal2 yang bisa kita ambil sebagai pelajaran dari orang2 seperti ini..

Daripada kita menggerutu tentang tindakan orang2 tersebut yang menyakiti kita.. (apapun bentuk tindakan tsb) alangkah lebih menyenangkannya jika kita bisa mengambil "pelajaran" lain di sini.. bahwa kita diberi kesempatan untuk menjadi "manusia yang lebih baik" dengan tidak melakukan kesalahan2 seperti yang pernah dilakukan orang2 tsb pada diri kita...

Kita seharusnya berterima kasih pada orang2 yang telah menyakiti kita.. karena.. dengan caranya sendiri.. mereka telah memberikan banyak pelajaran berharga pada diri kita.. Pelajaran yang mungkin tidak akan kita dapatkan dari keluarga dan sahabat2 kita... :D

Bagaimana dengan teman2...?

Mengapa Aku Diuji...?

Saya dapat postingan ini dari Dee's Home.. (journalnya mba Dyan.. "Annida" coba aja liat di http://deeyand.multiply.com/journal. Mbak Dyan.. mudah2an ngga marah ya.. hehe.. kan bermanfaat.. :D)

MENGAPA AKU DIUJI?

Surah Al-Ankabut ayat 2-3
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesunggguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

MENGAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?

Surah Al-Baqarah ayat 216
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi(pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

MENGAPA UJIAN SEBERAT INI?

Surah Al-Baqarah ayat 286
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

AKU MERASA FRUSTASI!

Surah Al-Imran ayat 139
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?

Surah Al-Imran ayat 200
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.

Surah Al-Baqarah ayat 145
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.

APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA COBAAN INI?

Surah At-Taubah ayat 111
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

Surah At-Taubah ayat 129
Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal

AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!

Surah Yusuf ayat 87
Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.

Bagaimana Rasanya...?

Bagaimana Rasanya ketika ada seseorang yang mengatakan padamu...

"SELAMAT... kamu terpilih! Untuk jadi yang tidak terpilih....."

Just tell me.... Please...

Apa yang kudamba..?

Pagi ini,

Aku menjalani lagi satu hari baru

Entah sudah berapa hari kuhidupi

Dan entah sudah seberapa jauh aku menapaki hidup ini

Tapi aku masih ragu

Menjadi seperti apakah diriku yang kumau itu ?

Apa yang kudamba dari hidupku ?

            Menjadi seperti bumi ?

            Yang memberi tanah dan memberi kehidupan pada segala makhluk

Yang mau menjadi pijakan siapapun yang ada di sekitarku ?

            Atau menjadi angin ?

Yang kuat meniup pergi segala ketakutan masa lalu

Dan menghembuskan kesegaran ide-ide baru

Atau menjadi seperti api ?

Yang menyalakan semangat dalam diri orang lain

Yang memberi kehangatan saat dingin menyengat

Dan menerangi jalan gelap yang akan dilalui

Atau menjadi seperti air ?

Yang bisa kemana-mana tanpa ada yang bisa menahan

Yang bisa berubah selembut uap atau sekeras batu

Namun tetap membawa kehidupan kemanapun perginya

Kini pagi ini,

Aku bertanya lagi pada diriku sendiri, sekali lagi

Apa yang kudamba ?

I've Learned....

Somebody wrote this:
I've learned....
that the best classroom in the world is at the feet
of an elderly
person.

I've learned....
that when you're in love, it shows.

I've learned....
that just one person saying to me, "You've made my
day!" makes my
day.

I've learned....
that having a child fall asleep in your arms is one
of the most peaceful
feelings in the world.

I've learned....
that being kind is more important than being right.

I've learned....
that you should never say no to a gift from a child.

I've learned....
that I can always pray for someone when I don't have
the strength to
help him in some other way.

I've learned....
that no matter how serious your life requires you to
be, everyone needs
a friend to act goofy with.

I've learned....
that sometimes all a person needs is a hand to hold
and a heart to
understand.

I've learned....
that simple walks with my father around the block on
summer nights
when I was a child did wonders for me as an adult.

I've learned....
that life is like a roll of toilet paper. The closer
it gets to the end,
the faster it goes.

I've learned....
that we should be glad God doesn't give us
everything we ask for.

I've learned....
that money doesn't buy class.

I've learned....
that it's those small daily happenings that make
life so spectacular.

I've learned....
that under everyone's hard shell is someone who
wants to be
appreciated and loved.

I've learned....
that the Lord didn't do it all in one day. What
makes me think I can?

I've learned....
that to ignore the facts does not change the facts.

I've learned....
that when you plan to get even with someone, you are
only letting that
person continue to hurt you.

I've learned....
that love, not time, heals all wounds.

I've learned....
that the easiest way for me to grow as a person is
to surround myself
with people smarter than I am.

I've learned....
that everyone you meet deserves to be greeted with a
smile.

I've learned....
that there's nothing sweeter than sleeping with your
babies and feeling
their breath on your cheeks.

I've learned....
that no one is perfect until you fall in love with
them.

I've learned....
that life is tough, but I'm tougher.

I've learned....
that opportunities are never lost; someone will take
the ones you miss.

I've learned....
that when you harbor bitterness, happiness will dock
elsewhere.

I've learned....
that I wish I could have told my Mom that I love her
one more time
before she passed away.

I've learned....
that one should keep his words both soft and tender,
because tomorrow
he may have to eat them.

I've learned....
that a smile is an inexpensive way to improve your
looks.

I've learned....
that I can't choose how I feel, but I can choose
what I do about it.

I've learned....
that when your newly born grandchild holds your
little finger in his
little fist, that you're hooked for life.

I've learned....
that everyone wants to live on top of the mountain,
but all the
happiness and growth occurs while you're climbing
it.

I've learned....
that it is best to give advice in only two
circumstances; when it is
requested and when it is a life-threatening
situation.

I've learned....
that the less time I have to work with, the more
things I get done.

The Smallest Moments

The smallest moments

In the smallest moments come the biggest opportunities. In the most ordinary events and endeavors come the most extraordinary possibilities for joy.

In the quiet, ordinary days, while doing routine, ordinary things, the real and lasting substance of life grows and grows. Look around on a perfectly ordinary day, and if you look with your heart you’ll see enough abundance to last a thousand lifetimes.

For in truth, no moment is really ordinary. Every moment is filled with endless possibility.

The quiet, simple moments are when you realize how you truly extraordinary it is to be alive. The unassuming, routine days are the days when you can most fully express the subtance and goodness of who you are.

Treasure those days, and value those simple moments as you are living them. The more fully you put yourself into the ordinary moments, the more value they will bring.

If you seek life’s treasures only in the extraordinary, spectacular tomes, you’ll miss most of the best possibilities that could have been yours. Open up to the value of the small, simple moments, and that value will richly fill you.

-- Ralph Marston

MeNGhilangKan IOn2 NeGatif...

Pernah ngga temen2 ngerasa kecewa... sakit hati.. sebel banget ma seseorang?? Nah.. untuk yang pernah ngerasain.. pasti kan ada perasaan 'ngganjel' di dalam dada? klo istilah yang biasa aku pake adalah... "ion2 negatif". Nah.. mungkin temen2 punya tips untuk menghilangkan ion2 negatif tadi ???

Tolong kasih tahu ya... :)

Makasih banyak...

Mengambil hikmah dari setiap kejadian..

Aku cuma pengen temen2 bisa berbagi pengalamannya sama aku. Tentang pengalaman2 yang kurang 'bahagia' namun memberikan banyak hikmah.. Apa yang membuat teman-teman berpikiran bahwa di balik suatu peristiwa terhadap hikmah ?

Aku pernah memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan. Memiliki harapan yang terlalu tinggi (pada beberapa kasus) sebenarnya diperbolehkan, namun ternyata kita harus siap dengan segala resiko yang mungkin terjadi. Ketika kita mencoba untuk terbang... Harapan kita untuk dapat melihat pemandangan indah di bawah sana memang terasa menyenangkan.. Namun, siapkah kita ketika kita harus terjatuh dari ketinggian beratus2 meter di atas tanah????

pengalaman mengalami kekecewaan memang terasa menyakitkan... Namun, hikmah yang dapat aku ambil adalah "Allah membukakan mataku lewat hal2 yang tidak aku sadari, dan dengan kejadian tersebut aku patut bersyukur bahwa semua terjadi agar aku lebih berhati2 dalam melangkahkan kakiku..." Jadi buat apa aku bersedih... ? Aku justru harus banyak bersyukur... :)

BAGAIMANA DENGAN TEMAN-TEMAN?

Apa yang akan kau lakukan hari ini ?

Saya mendapatkan pesan2 ini dari seorang teman.. Semoga dapat bermanfaat.. (ada beberapa kata yang saya edit dan tambahkan.. ;p)

Sepuluh aturan untuk suatu hari yang berbahagia :

1. HARI INI SAYA TIDAK AKAN MEMBALAS DENDAM: Bila seseorang berlaku kasar, bila seseorang berlaku tidak sabar, bila seseorang tidak ramah… saya akan mencoba untuk tidak berlaku demikian.

2. HARI INI SAYA AKAN MEMOHON TUHAN UNTUK MEMBUKA HATI “orang yang pernah menyakiti” SAYA: Bila saya menjumpai seseorang yang memperlakukan saya dengan kasar atau tidak adil, saya diam-diam akan memohon pada Tuhan untuk membuka hati orang itu. Saya memahami bahwa “orang yang pernah menyakiti” saya boleh jadi adalah seorang anggota keluarga, SAHABAT, tetangga, teman sekerja atau orang yang tidak saya kenal.

3. HARI INI SAYA AKAN BERHATI-HATI DENGAN KATA-KATA SAYA: Saya akan berhati-hati dan mengendalikan kata-kata saya dan meyakini bahwa saya berusaha untuk tidak menyebar gosip dan menyakiti hati orang lain..

4. HARI INI SAYA AKAN BERJALAN LEBIH JAUH: Saya akan berusaha untuk menolong orang lain dan berbagi beban dengan orang lain. Saya akan berusaha untuk bisa 'selalu ada' ketika orang-orang membutuhkan saya.. Bahkan ketika saya tidak dapat melakukan sesuatu untuknya.. Setidaknya saya 'ada di sana' untuk menemaninya 'dalam diam'.. :)

5. HARI INI SAYA AKAN MEMAAFKAN: Saya akan berusaha memaafkan (dan mencoba untuk melupakan) setiap sakit dan luka hati yang pernah saya rasakan.

6. HARI INI SAYA AKAN MELAKUKAN HAL YANG BAIK UNTUK SESEORANG, TETAPI SAYA AKAN MELAKUKANNYA DIAM-DIAM: Secara anonim saya akan mencoba menjadi seseorang yang (mudah-mudahan) bermanfaat bagi orang lain.

7. HARI INI SAYA AKAN MEMPERLAKUKAN ORANG LAIN SEBAGAIMANA SAYA INGIN DIPERLAKUKAN: Saya akan melakukan aturan emas – berlakulah pada orang lain sebagaimana Anda ingin mereka memperlakukan Anda – pada setiap orang yang saya jumpai. (istilah yang biasa saya gunakan "jika saya tidak ingin dicubit maka saya tidak boleh mencubit" demikian juga sebaliknya.. Jika saya ingin orang lain menyayangi saya, maka saya akan berusaha menyayangi orang tersebut terlebih dahulu..)

8. HARI INI SAYA AKAN MEMBERI SEMANGAT PADA SESEORANG YANG SEDANG PUTUS ASA: Senyum saya, kata-kata saya, dukungan saya, mudah-mudahan dapat membuat perbedaan dan bermanfaat bagi orang lain.

9. HARI INI SAYA AKAN MEMELIHARA TUBUH SAYA: Saya akan makan secukupnya; saya hanya akan makan makanan yang sehat. Saya akan bersyukur pada Tuhan untuk tubuh saya.

10. HARI INI SAYA AKAN BERUSAHA LEBIH DEKAT KEPADA TUHAN: Saya akan memberikan waktu lebih banyak untuk berdoa dan beribadah hari ini. Saya akan berusaha untuk ikhlas, sabar dan tawakal pada Allah.

11. HARI INI SAYA AKAN BERUSAHA MENJADI MANUSIA YANG LEBIH BAIK: Saya akan belajar menjadi manusia yang lebih baik, lebih banyak "mendengar", belajar "melihat" lebih dekat dan mencoba untuk tidak terlalu lama bermain-main dengan pikiran-pikiran saya.. Saya akan berusaha membicarakannya dengan orang yang bersangkutan.. Saya akan mencoba menjadi manusia yang lebih sehat mental.. Saya akan berusaha mengambil pelajaran dan mencoba "belajar banyak hal" dari setiap orang yang saya temui.. :)

Bagaimana dFokusengan teman-teman ? Apa yang akan kau lakukan hari ini ?